Di Rumah Belajar Semi Palar, kerapkali kakak dan teman-teman di kelas berhadapan dengan hal-hal yang tampaknya tidak penting, tidak signifikan, mungkin bisa dibilang non-akademik sifatnya. Minggu lalu, hal ini berulang lagi, lapangan rumput di Semi Palar kembali menjadi isu bersama. Rumput, benda kecil yang sehari-hari kita injak-injak tanpa banyak kita pedulikan atau kita pikirkan.
Buat kami para guru, kondisi ini memang berbenturan antara bagaimana memfasilitasi kebutuhan murid bergerak dan beraktifitas fisik, dan bagaimana sekolah memelihara fasilitas yang ada agar tetap dalam kondisi baik. Sebelumnya hal ini kami coba atasi melalui apa yang kita sebut dengan Hari Rumput, tapi tampaknya Hari Rumput ini jauh dari memadai untuk menjaga supaya lapangan rumput di sekolah tetap hijau dan sehat.
Sebuah gagasan muncul untuk meminta pendapat langsung dari teman-teman yang memang memanfaatkannya untuk bermain sehari-hari. Akhirnya terselenggaralah pertemuan yang diistilahkan MPR (Majelis Permusyawaratan Rumput) di mana setiap kelompok belajar (kelas) mengirimkan dua orang wakil ke sebuah pertemuan dengan kak Andy untuk menemukan solusi terbaik dari situasi ini. Ijinkan saya sedikit bercerita tentang pertemuan yang baru pertama kali diselenggarakan di Semi Palar.
Pertemuan dihadiri semua kelompok mulai dari kelas terbesar (Macan Kumbang - SD 6) sampai terkecil (Kancil - PG) - sayangnya kami tidak sempat membuat dokumentasi dari pertemuan tersebut. Semua teman hadir sepertinya dengan kesadaran besar akan apa yang hendak dilakukan di pertemuan ini. Karena waktu yang singkat, saya membukanya dengan memperlihatkan kondisi lapangan rumput kita dulu dan sekarang. Segera saja teman-teman kecil ini paham situasinya, dan bersepakat untuk mengembalikan lapangan rumput ke kondisi sebelumnya.
Ide-ide bermunculan dari semua yang hadir, teman-teman dari Jalak Bali bahkan hadir membawa notulensi pembicaraan mereka sebelumnya di kelompok mereka. Luar biasa sekali bagaimana mereka bisa saling memberikan pendapat, mendengarkan pendapat teman bahkan sampai ke adik-adik yang terkecil sekalipun. Semua mendengarkan saat seorang wakil dari kelompok Kancil (diwakili Yazid) mengemukakan pendapatnya - walaupun berbeda dari pendapat teman-temannya yang lain. Yazid bilang, ia lebih suka lapangan yang banyak tanahnya :-). Mereka juga bertanya kritis :"ka Andy, kalau menanam rumput itu perlu waktu berapa lama?"
Akhirnya kesepakatan bersama dibuat bahwa lapangan rumput akan segera ditanami kembali. Hari Rumput akan dijalankan selama 2 kali jangka waktu satu bulan dalam satu semester. Teman-teman kecil ini sadar betul bahwa karena area lapangan terbatas dan tidak mungkin diperluas sementara jumlah murid semakin banyak dan Hari Rumput yang dulu dijalankan tidak memadai untuk menjaga lapangan rumput tetap dalam kondisi baik. Yang mengagumkan adalah bahwa mereka juga sangat menyadari bahwa sebagai konsekuensinya, mereka tidak akan bisa bermain di lapangan rumput selama jangka waktu tersebut.
Beberapa hari berselang, Semi Palar kedatangan seorang kenalan baru yang datang dari Bali, namanya Gobind Vashdev, penulis buku Happines Inside, beliau banyak berbagi ke banyak orang lewat seminar dan workshop, khususnya dari sudut pandang kehidupan dan spiritualitas. Tidak tahu persis apa yang mendorong Gobind berkunjung ke Semi Palar, tapi setelah berbincang terasa jelas bahwa kita punya banyak pandangan yang sejalan tentang pendidikan dan banyak hal lainnya. Saya sempat bercerita tentang soal rumput ini, dan mendengar satu istilah yang baru sekarang saya pahami betul : delaying gratification. Soal rumput ini adalah salah satu contohnya. Dan menurut beliau, adalah penting sekali anak-anak mengalami dan belajar soal ini : menunda kesenangan. Saya memahami bahwa hal ini akan menjadi bekal yang penting bagi hidup anak-anak kita saat dewasa kelak. Saya membayangkan bahwa hal-hal semacam inilah yang akan membuat hidup seseorang menjadi utuh, seimbang dan bermakna.
Rumput... tanpa diduga kita bisa belajar banyak dari tumbuhan sederhana ini. Beberapa waktu lalu Abah Iwan bicara tentang bagaimana kita semua bisa belajar dari rumput... Ternyata dari Gobind kita tahu bahwa rumput adalah media untuk kita belajar menunda kesenangan - delaying gratification... Semoga kita semua bisa terus menemukan hal-hal baru dari mahluk sederhana yang juga ciptaan Tuhan yang Maha Besar. Sungguh, semua orang (bahkan segala sesuatu) adalah guru, dan alam semesta adalah ruang kelasku...
Tampilkan postingan dengan label lintas jenjang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lintas jenjang. Tampilkan semua postingan
11 Maret 2012
lagi-lagi tentang rumput [delaying gratification]
17 Februari 2012
LeuKaS (Leumpang ka Sakola)
Dimulai sejak peringatan Hari Bumi di tahun 2008, teman-teman kecil, para kakak dan orang tua di Semi Palar melakukan kegiatan Jalan Kaki ke Sekolah. Gagasan dasarnya adalah sederhana: mengurangi jarak berkendaraan bermotor ke sekolah. Kita semua berangkat ke sekolah berjalan kaki - sempat juga ada yang bersepeda - dari beberapa titik kumpul di sekitar sekolah. Pada peringatan Hari Bumi tahun 2009 dan 2010, kegiatan ini diulang kembali. Walaupun kegiatan ini sudah dijalankan secara konsisten setiap tahun, kegiatan ini tentunya masih jauh dari cukup.
Sejak semester lalu, kami mencoba membawa kegiatan ini satu langkah lebih maju, supaya kegiatan jalan kaki ke sekolah ini bukan sekedar jadi seremonial yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Bumi. Gerakan ini harus terus maju sampai menjadi pilihan kita semua mengenai perubahan moda transportasi masyarakat kota. Jalan kaki harus kembali menjadi salah satu pilihan kita untuk bepergian dari satu tempat ke tempat lain - apalagi untuk jarak tempuh yang relatif dekat. Bukan hanya baik untuk bumi, ternyata jalan kaki bareng-bareng mendekatkan kita satu sama lain.
Di tahun ini, LeuKaS kita jalankan pada tanggal 22 setiap bulannya. Jadi jangan lupa, jadwal Leumpang ka Sakola selanjutnya di semester ini adalah pada tanggal 22 Februari, Maret dan bulan Mei. Untuk bumi kita yang kembali lestari!
LeuKaS November 2011
Sejak semester lalu, kami mencoba membawa kegiatan ini satu langkah lebih maju, supaya kegiatan jalan kaki ke sekolah ini bukan sekedar jadi seremonial yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Bumi. Gerakan ini harus terus maju sampai menjadi pilihan kita semua mengenai perubahan moda transportasi masyarakat kota. Jalan kaki harus kembali menjadi salah satu pilihan kita untuk bepergian dari satu tempat ke tempat lain - apalagi untuk jarak tempuh yang relatif dekat. Bukan hanya baik untuk bumi, ternyata jalan kaki bareng-bareng mendekatkan kita satu sama lain.
Di tahun ini, LeuKaS kita jalankan pada tanggal 22 setiap bulannya. Jadi jangan lupa, jadwal Leumpang ka Sakola selanjutnya di semester ini adalah pada tanggal 22 Februari, Maret dan bulan Mei. Untuk bumi kita yang kembali lestari!
label
lingkungan hidup,
lintas jenjang
16 Oktober 2011
[Kancil-Tarsius] jalan-jalan bareng
20 April 2011
Jalan Kaki ke Sekolah - Hari Bumi 2011
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Semi Palar akan menjalankan lagi Hari Jalan Kaki ke Sekolah. Konsepnya adalah mengurangi jarak berkendaraan ke sekolah. Bagi yang betul-betul bisa memarkir kendaraannya di rumah (naik kendaraan umum) tentunya luar biasa. Tahun ini ada 4 titik pemberangkatan - lokasi di mana orangtua bisa memarkir kendaraannya.
Di sekolah tentunya akan ada kegiatan-kegiatan seru lagi - supaya kita semua semakin sayang kepada bumi kita, seperti apa yang spontan diucapkan anak-anak kelompok Gatotkaca : "bumi kan rumah kita..."
Rute jalan kaki ke sekolah bisa di lihat di bawah ini.
View Rute Jalan Kaki ke Sekolah in a larger map
- Toserba Griya - Setrasari Mall
- Mesjid Sukamulya Indah
- Area parkir Reservoir PDAM - Jl. PDAM
- Pasteur Hypersquare - GIANT Hypermarket
Di sekolah tentunya akan ada kegiatan-kegiatan seru lagi - supaya kita semua semakin sayang kepada bumi kita, seperti apa yang spontan diucapkan anak-anak kelompok Gatotkaca : "bumi kan rumah kita..."
Rute jalan kaki ke sekolah bisa di lihat di bawah ini.
View Rute Jalan Kaki ke Sekolah in a larger map
03 April 2011
[Gatotkaca-Jatayu] Belajar Masak
Masak bersama anak sangat menyenangkan, meski nantinya akan membuat suasana menjadi kacau dan dapur berantakan. Waktu memasak juga akan lebih lama, apalagi ketika anak mulai mengacau resep. Namun jika kita lihat manfaat yang ditimbulkan dari kegiatan ini, tidak ada salahnya jika mulai sekarang kita lebih sering melibatkan si kecil di dapur. Hanya dengan melakukan satu aktifitas, kita telah dapat mengajarkan dan meningkatkan berbagai kemampuan anak.Melalui kegiatan tersebut, anak dapat mengenal berbagai macam sayuran, buah, bumbu masak. Lebih dari itu, kegiatan memasak bersama bisa mempertajam panca indera anak.
Masak bareng Kak Agus |
Nah hari Selasa, 29 Maret 2011 teman-teman Gatotkaca dan Jatayu diajak memasak bersama Kak Agus yang berprofesi sebagai koki. Kak Agus yang ditemani oleh papinya Sydney (Pak Mark) mengajak teman-teman Gatotkaca memasak sebuah makanan istimewa Eropa yang disebut Chiken Schnitzel. Teman-teman Gatotkaca dan Jatayu diajak membantu Kak Agus mencelupkan ayam ke dalam tepung terigu, telur susu dan tepung roti.
Lagi sibuk masak |
Untuk lebih lengkapnya, ini dia bahan-bahan dan cara membuat Chiken Schnitzel yang berhasil dicatat oleh Cath Jatayu :
Bahan : dada ayam, tepung terigu, telur, tepung roti, susu, minyak
Alat : spatula, wajan, mangkok, pisau, talenan, kompor, piring
Bahan bumbu : tomat, selada, timun
Cara memasak : pecahkan 3 telur, tuang susu ke mangkok, satukan dengan telur udek-kudek. Lalu potong dada ayam, tuang tepung terigu dan tepung roti ke mangkok. Lalu celupkan ayam ke mangkok tepung terigu, telur susu, dan tepung roti. Taruh wajan, tuang minyak dan nyalakan kompor. Goreng sampai berwarna orange muda dan dipotong. Taruh di piring kasih saus.
Cara membuat bumbu : potong timun dan selada taruh di piring. Potong kulit tomat tapi tengahnya saja. Gulung tapi jangan terlalu kecil.
Membuat bunga dari tomat |
Makan bareng hasil masakan...mmm...yummy |
Kak Agus baru lulus sekolah koki Semi Palar |
22 Maret 2011
Semi Palar menjelang Earth Hour 2011
1 : kelompok Jatayu sedang fokus menonton Earth Hour Official Video
2 :: kupon kupon komitmen partisipasi yang pertama. Semangat!
3:: aku dan keluarga pasti ikutan kak!
4:: hmm, siapa lagi ya yang akan mematikan lampu tanggal 26 nanti...
17 Februari 2011
[Arjuna-Ganesa] Berbagi Ilmu Pesawat Sederhana
Hari Kamis, 17 Februari yang lalu, teman-teman dari kelompok Arjuna mendapat kesempatan menjadi kakak pengajar di kelompok Ganesa, berbagi ilmu mengenai pesawat sederhana yang baru saja mereka pelajari. Mulai dari menyiapkan bahan yang harus diajarkan, mencari permainan yang seru, hingga menjadi moderator, semua dikerjakan oleh teman-teman Arjuna! Wah, hebat ya! Kakak-kakak hanya sedikit membantu dan memberi masukan saja. Yuk, kita intip kegiatannya...
Pertama, kita main tebak gerak dulu,
tentunya masih berhubungan dengan pesawat sederhana.
Alfian : "Aku tahu.. itu KATROL!!"
.
Setelah bermain tebak gerak, kita main puzzle yuk!
Wah, hebat! Puzzlenya dibuat sendiri oleh kakak-kakak dari kelompok Arjuna!
.
Cissy : "Iih, gemes deh.. ayo sedikit lagi gambarnya selesai!"
.
Setelah bermain puzzle, kakak-kakak dari kelompok Arjuna memberikan penjelasan tentang pesawat sederhana. Setiap kelompok satu jenis pesawat..
.
"Kalau sudah selesai menjelaskan, ngapain lagi ya?
Kita main tebak-tebakan aja yuk!
Kendaraan tradisional apa yang menggunakan roda?"
.
Setelah selesai, kita foto dulu ya.. :)
Lain kali masih mau ngga main bareng lagi?
.
07 Februari 2011
OLEH-OLEH DARI DESA
Apa yang yang terlintas bila saya menyebut kata, jiwel, awug, ongol-ongol, putu mayang, ali agrem, putri noong? Nama-nama itu mungkin asing tapi bisa jadi cukup familier atau malah berpikir, “rasanya pernah dengar, tapi apaan ya itu?”. Wah, kalau bingung dengan nama-nama itu, coba tanyakan pada anak-anak Kelompok Gatotkaca (PG), Srikandi (TK A), dan Hanoman (TK B), pasti mereka akan menjelaskan hal tersebut serta menggambarkan rasanya. Kenapa harus bertanya pada mereka? Karena mereka baru saja diajak Kakak mengenal dan merasakan makan-makanan khas dari desa.
Kegiatan ini benar-benar menarik, apalagi ditambah komentar-komentar yang mereka sampaikan saat mengamati jenis-jenis makanan tersebut.
“Ini apa, teman-teman?”, ujar Kakak sambil menunjukkan ali agrem.
Dengan lantang Rianna menjawab, “Donat!”
“Ini namanya putri noong, teman-teman yang artinya putri yang lagi ngintip.”, sambil Kakak tunjukkan makanan yang terbuat dari tepung singkong.
“Hah?! Mana putrinya?”, ujar Janar dengan kebingungan.
“Nah, teman-teman makanan mana yang paling disukai?”, tanyaku pada anak-anak Kelompok Gatotkaca.
“Aku suka semuanya! Semuanya enak!”, ujar Milo sumringah.
Kegiatan tersebut tidak hanya mengenalkan makanan dari desa, namun anak-anak pun diajak mengenali berbagai jenis sayuran. Terung, pare, kecipir, wortel, daun bawang, bawang putih, daun bawang, tebu hingga petai. Dan tidak lupa, anak-anak pun dikenalkan dengan makanan pokok kita, yaitu beras. Pengenalan tentang beras ini menjadi unik karena banyak anak-anak yang belum pernah melihat padi dan sempat merasa terkejut bahwa biji padi itu adalah beras.
Melihat, meraba, merasa dan kemudian menuangkannya ke dalam gambar pengamatan membuat kegiatan ini semakin lengkap. Tema Desa Mekanika semakin seru dengan mengenalkan banyak hal tentang desa yang ternyata masih asing bagi anak-anak.
Kegiatan ini benar-benar menarik, apalagi ditambah komentar-komentar yang mereka sampaikan saat mengamati jenis-jenis makanan tersebut.
“Ini apa, teman-teman?”, ujar Kakak sambil menunjukkan ali agrem.
Dengan lantang Rianna menjawab, “Donat!”
“Ini namanya putri noong, teman-teman yang artinya putri yang lagi ngintip.”, sambil Kakak tunjukkan makanan yang terbuat dari tepung singkong.
“Hah?! Mana putrinya?”, ujar Janar dengan kebingungan.
“Nah, teman-teman makanan mana yang paling disukai?”, tanyaku pada anak-anak Kelompok Gatotkaca.
“Aku suka semuanya! Semuanya enak!”, ujar Milo sumringah.
Kegiatan tersebut tidak hanya mengenalkan makanan dari desa, namun anak-anak pun diajak mengenali berbagai jenis sayuran. Terung, pare, kecipir, wortel, daun bawang, bawang putih, daun bawang, tebu hingga petai. Dan tidak lupa, anak-anak pun dikenalkan dengan makanan pokok kita, yaitu beras. Pengenalan tentang beras ini menjadi unik karena banyak anak-anak yang belum pernah melihat padi dan sempat merasa terkejut bahwa biji padi itu adalah beras.
Melihat, meraba, merasa dan kemudian menuangkannya ke dalam gambar pengamatan membuat kegiatan ini semakin lengkap. Tema Desa Mekanika semakin seru dengan mengenalkan banyak hal tentang desa yang ternyata masih asing bagi anak-anak.
label
lintas jenjang,
PG,
TK-A,
TK-B
01 Februari 2011
[Bima-Ganesa] Bermain Robot
Sehubungan dengan tema "Desa Mekanika", teman-teman dari kelompok Bima dan Ganesa
kedatangan tamu!! Ada Kak Dina, Kak Prap, dan Kak Rasyad dari Teknik Elektro ITHB. Ternyata mereka datang tidak hanya bertiga, tetapi juga membawa 'teman' sebuah robot yang bisa dimainkan bersama-sama. Serunya... :)
"Bagaimana cara memainkan robot ini ya?
Yuk, kita baca sama-sama instruksinya!"
"Wah, ternyata robot juga bisa berolahraga!"
[Bima-Arjuna] Berkegiatan di Taman DAGO
"Kegiatan Setelah Olahraga"
-Edgar
Saat hari Selasa, tanggal 25-1-2011, aku pergi ke Sabuga, untuk olahraga karena itu memang harinya untuk berolahraga keluar sekolah. Kita berolahraga basket dan voli, timku menang.
Setelah olahraga kita jalan kaki keluar Sabuga, ternyata kita mau berkegiatan di Jl. Dago. Tapi kita tidak tahu mau ke mana. Kita berjalan melewati ITB, saat di situ kita melihat-lihat. Saat dijalan menuju Jl. Dago, kita agak takut dan agak ingin tertawa karena ada banci yang mukanya sangat seram, tapi lucunya kelakuannya seperti perempuan, banci itu sedang makan baso. Di kebun yang ada tulisan DAGO. Di situ kita istirahat karena kakinya sangat pegal.
Ternyata di situlah kita akan berkegiatan. Di situ kita diberi kertas untuk menggambar yang ada di sekitar kita, tapi pakai gaya sketsa. Aku memilih menggambar gereja yang berada di depan kebun itu.
Saat sedang menggambar tenang-tenang, tiba-tiba air keluar dari tanah, jadi kita langsung loncat menghindar dari air. Aku menggambar sangat lama tapi aku bukanlah yang terakhir. Kalau sudah selesai menggambar kita bermain pancasila ada berapa dan sambung menyambung kata menjadi cerita. Lalu kita dijemput untuk pulang.
-Edgar
Saat hari Selasa, tanggal 25-1-2011, aku pergi ke Sabuga, untuk olahraga karena itu memang harinya untuk berolahraga keluar sekolah. Kita berolahraga basket dan voli, timku menang.
Setelah olahraga kita jalan kaki keluar Sabuga, ternyata kita mau berkegiatan di Jl. Dago. Tapi kita tidak tahu mau ke mana. Kita berjalan melewati ITB, saat di situ kita melihat-lihat. Saat dijalan menuju Jl. Dago, kita agak takut dan agak ingin tertawa karena ada banci yang mukanya sangat seram, tapi lucunya kelakuannya seperti perempuan, banci itu sedang makan baso. Di kebun yang ada tulisan DAGO. Di situ kita istirahat karena kakinya sangat pegal.
Ternyata di situlah kita akan berkegiatan. Di situ kita diberi kertas untuk menggambar yang ada di sekitar kita, tapi pakai gaya sketsa. Aku memilih menggambar gereja yang berada di depan kebun itu.
Saat sedang menggambar tenang-tenang, tiba-tiba air keluar dari tanah, jadi kita langsung loncat menghindar dari air. Aku menggambar sangat lama tapi aku bukanlah yang terakhir. Kalau sudah selesai menggambar kita bermain pancasila ada berapa dan sambung menyambung kata menjadi cerita. Lalu kita dijemput untuk pulang.
22 April 2008
parkiran smipa di hari bumi
seputar arah jarum jam dari kiri atas :
- suasana lapangan parkir smipa tanggal 21 dan 22 April 2008
- tanpa alas kaki berkeliling di parkiran smipa
- hari ini parkiran smipa milik anak-anak, bukan milik kendaraan bermotor
- berdoa untuk bumi kita, planet kita, tempat tinggal kita satu-satunya...
label
lingkungan hidup,
lintas jenjang
Langganan:
Postingan (Atom)


















