09 Februari 2011

[Jatayu] Robot-robot Kelas Jatayu

Wah, hari ini teman-teman Jatayu (SD-3) antusias sekali. Kakak meminta teman-teman membuat hadiah untuk kakak-kakak di Politeknik Bandung. Saat diminta membuat rancangan robot dengan menggunakan barang-barang bekas. Huh, susah ya tapi asik loh. Teman-teman Jatayu dibagi jadi dua kelompok untuk membuat dua buah robot keren.

Pertama, ayo kita buat dulu gambar rancangannya. Semua teman harus memberi ide ya. Boleh digambarkan langsung. Tapi kalau ada ide dari teman lain lagi, boleh diubah atau ditambahkan ya. Ayo.....ayo...keluarkan idemu!

Kedua, pilih-pilih bahannya. Duh, yang mana ya yang cocok untuk robot kelompokku. Sedotan ini bisa dipakai nggak? Atau, yang gelas plastik ini? Coba aja deh.....tanya teman-temanku. Kemudian pasang yang kuat. Jangan sampai lepas ya.....nanti robotnya berceceran dan gak keren lagi.

Terakhir, HORE!!! Rancangan kita sudah selesai. Keren kan?

Kakak-kakak di Politeknik Bandung yang menemani kita juga senang loh diberi hadiah sekeren ini! Mereka juga bertanya robotnya dirancang bisa apa saja dan dibuat dari apa saja.

Wow, bangga deh kita ^0^

07 Februari 2011

OLEH-OLEH DARI DESA

Apa yang yang terlintas bila saya menyebut kata, jiwel, awug, ongol-ongol, putu mayang, ali agrem, putri noong? Nama-nama itu mungkin asing tapi bisa jadi cukup familier atau malah berpikir, “rasanya pernah dengar, tapi apaan ya itu?”. Wah, kalau bingung dengan nama-nama itu, coba tanyakan pada anak-anak Kelompok Gatotkaca (PG), Srikandi (TK A), dan Hanoman (TK B), pasti mereka akan menjelaskan hal tersebut serta menggambarkan rasanya. Kenapa harus bertanya pada mereka? Karena mereka baru saja diajak Kakak mengenal dan merasakan makan-makanan khas dari desa.
Kegiatan ini benar-benar menarik, apalagi ditambah komentar-komentar yang mereka sampaikan saat mengamati jenis-jenis makanan tersebut.
“Ini apa, teman-teman?”, ujar Kakak sambil menunjukkan ali agrem.
Dengan lantang Rianna menjawab, “Donat!”
“Ini namanya putri noong, teman-teman yang artinya putri yang lagi ngintip.”, sambil Kakak tunjukkan makanan yang terbuat dari tepung singkong.
“Hah?! Mana putrinya?”, ujar Janar dengan kebingungan.
“Nah, teman-teman makanan mana yang paling disukai?”, tanyaku pada anak-anak Kelompok Gatotkaca.
“Aku suka semuanya! Semuanya enak!”, ujar Milo sumringah.
Kegiatan tersebut tidak hanya mengenalkan makanan dari desa, namun anak-anak pun diajak mengenali berbagai jenis sayuran. Terung, pare, kecipir, wortel, daun bawang, bawang putih, daun bawang, tebu hingga petai. Dan tidak lupa, anak-anak pun dikenalkan dengan makanan pokok kita, yaitu beras. Pengenalan tentang beras ini menjadi unik karena banyak anak-anak yang belum pernah melihat padi dan sempat merasa terkejut bahwa biji padi itu adalah beras.
Melihat, meraba, merasa dan kemudian menuangkannya ke dalam gambar pengamatan membuat kegiatan ini semakin lengkap. Tema Desa Mekanika semakin seru dengan mengenalkan banyak hal tentang desa yang ternyata masih asing bagi anak-anak.

01 Februari 2011

[Bima] Diskon...!!

Siapa sih yang tidak tertarik dengan harga murah? 
Teman-teman dari kelompok Bima sedang belajar tentang bagaimana menghitung diskon di pasar.. 

Eh, salah! Bukan itu.. Mereka sedang belajar bagaimana menghitung dalam bentuk persen. Cara paling cepat? Bermain jualan! Apa yang akan dijual, ya? Hmm.. Kita berjualan boneka binatang saja yuk! 



"Aku jual berapa ya daganganku?"




"Mbak, jangan lama-lama ngitungnya. 
Nanti saya ngga jadi beli loh..!"




"Gimana nih caranya supaya ngga rugi? 
Hmmm.. Ngga boleh salah nih ngitungnya!"




"Saya coba dulu ya bonekanya.. Kalo suka, saya beli!"

...

"Ternyata, menghitung menggunakan persen ngga susah ya.. "

[Bima-Ganesa] Bermain Robot

Sehubungan dengan tema "Desa Mekanika", teman-teman dari kelompok Bima dan Ganesa
kedatangan tamu!! Ada Kak Dina, Kak Prap, dan Kak Rasyad dari Teknik Elektro ITHB. Ternyata mereka datang tidak hanya bertiga, tetapi juga membawa 'teman' sebuah robot yang bisa dimainkan bersama-sama. Serunya... :)




"Bagaimana cara memainkan robot ini ya? 
Yuk, kita baca sama-sama instruksinya!"

"Wah, ternyata robot juga bisa berolahraga!"

[Bima-Arjuna] Berkegiatan di Taman DAGO

"Kegiatan Setelah Olahraga"
-Edgar



Saat hari Selasa, tanggal 25-1-2011, aku pergi ke Sabuga, untuk olahraga karena itu memang harinya untuk berolahraga keluar sekolah. Kita berolahraga basket dan voli, timku menang.

Setelah olahraga kita jalan kaki keluar Sabuga, ternyata kita mau berkegiatan di Jl. Dago. Tapi kita tidak tahu mau ke mana. Kita berjalan melewati ITB, saat di situ kita melihat-lihat. Saat dijalan menuju Jl. Dago, kita agak takut dan agak ingin tertawa karena ada banci yang mukanya sangat seram, tapi lucunya kelakuannya seperti perempuan, banci itu sedang makan baso. Di kebun yang ada tulisan DAGO. Di situ kita istirahat karena kakinya sangat pegal.

Ternyata di situlah kita akan berkegiatan. Di situ kita diberi kertas untuk menggambar yang ada di sekitar kita, tapi pakai gaya sketsa. Aku memilih menggambar gereja yang berada di depan kebun itu.

Saat sedang menggambar tenang-tenang, tiba-tiba air keluar dari tanah, jadi kita langsung loncat menghindar dari air. Aku menggambar sangat lama tapi aku bukanlah yang terakhir. Kalau sudah selesai menggambar kita bermain pancasila ada berapa dan sambung menyambung kata menjadi cerita. Lalu kita dijemput untuk pulang.

31 Januari 2011

[Hanoman] Tantangan Pak Tonami


Pak Tonami, tokoh yang dikenalkan pada anak-anak Kelompok Hanoman (TK B) sebagai petani yang tinggal di Desa Mekanika dan mengajarkan banyak hal pada mereka. Pak Tonami mengenalkan sayur dan buah yang ia tanam dan Pak Tonami pun mengenalkan robot-robot yang membantunya bercocok tanam. Lalu, suatu hari Pak Tonami memberikan tantangan pada Kelompok Hanoman untuk membuat bajak yang canggih. Bajak yang harus memiliki alat penyiram, penghancur batu, dan menggunakan energi dari alam.

Anak-anak bersemangat menerima tantangan tersebut. Namun, tantangan belum usai, mereka harus mengumpulkan bahan terlebih dahulu dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan titipan Pak Tonami. Soal penjumlahan, soal pengurangan, hingga soal suku kata mereka tuntaskan untuk mendapat bahan yang diperlukan. Hingga dibuatlah sebuah alat bajak super canggih.

Bajak-bajak super canggih telah rampung dikerjakan. Uji coba di lahan pertanian Pak Tonami segera dilakukan. Membajak tanah dan akhirnya menanami tanahnya dengan padi. Tantangan dari Pak Tonami telah dituntaskan.

Semangat Menanam Jagung


Cangkul cangkul aku gembira
Menanam jagung di kebun kita

Lagu itu merupakan lagu tema yang diperkenalkan di Kelompok Srikandi (TK A) dan setiap proses yang diceritakan dalam lagu tersebut benar-benar direalisasikan dalam kegiatan kelas. Anak-anak diajak menanam jagung dan menjaga tanamannya hingga nanti tumbuh besar.

Setiap tahapan menanam jagung dijelaskan terlebih dahulu sebelum mereka benar-benar diajak menanam. Pengenalan pupuk dan membuat lubang tanam telah diujicobakan terlebih dahulu hingga hari tanam itu datang.

Saat hari tanam, anak-anak Kelompok Srikandi diajak untuk membersihkan areal tanam, lalu dilanjutkan dengan mengolah tanah menggunakan cangkul atau alat tanam lainnya, kemudian mencampurkan pupuk kandang dengan tanah hingga menyiapkan lubang tanam untuk biji jagung yang mereka dapatkan. Rasa antusiasme yang besar terpancar dari wajah anak-anak dan mereka pun tidak lupa mengucap doa agar tanaman yang mereka tanam bisa tumbuh dengan subur.

Imajinasi Milik Mereka



Imajinasi adalah sebuah ruang tanpa batas, di mana semua hal yang kita inginkan akan terwujud. Hal itulah yang menjadi sebuah kekayaan dari seorang anak. Mereka bisa menjadi siapa saja, mereka bisa menjadi apa saja, mereka bisa menjadi apapun yang mereka inginkan. Mimik muka, dialog yang diungkapkan hingga gerakan yang dilakukan mewujudkan peran yang mereka imajinasikan. Totalitas penuh yang seharusnya tak terkikis ditelan usia.

Kelompok Gatotkaca (PG) mewujudkan imajinasi mereka dalam kegiatan bermain bebas. Bermain bersama menjadi awak pesawat dan penumpangnya yang harus menghindari banyak rintangan. Ada badai, ada api, ada angin, ungkapan itu terlontar dari mereka dan menjadikan permainan itu semakin seru. Papan panjat menjadi bagian depan pesawat dan ban menjadi kursi para awak. Mereka bergerak bersama, mereka berteriak bersama dan bermain dalam imajinasi mereka.

Permainan imajinasi tak pernah ada habisnya. Tema Desa Mekanika mengajak mereka kembali berimajinasi. Si Petok yang jadi pilihan. Siapkan sayap, Si Petok akan berjalan dengan diiringi lagi “Tek Kotek Kotek”, anak-anak bergerak bersama menjadi anak-anak ayam yang riang gembira.

26 Januari 2011


"Kenalkan ya.... ini Si Petok", kata Kak Kharis pada Kelompok Gatotkaca.
Si Petok inilah yang akan menemati teman-teman di Kelompok Gatotkaca selama tema Desa Mekanika

Ayo... tangkap tikusnya!!! Serunya main tangkap tikus di Kelompok Srikandi

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails