22 September 2011

FESTBUK 2011 | Festival Buku Semi Palar 2011


Novel SERU! LUCU! bikin PENASARAN deh :) karya kelompok BIMA Semi Palar


Jika kamu menemukan sebuah gua misteri, apakah kamu akan menelusurinya? Kelima saudara sepupu dalam kisah ini telah melakukannya, dan mereka menemukan bahwa gua tersebut adalah lorong ajaib! Apakah yang akan terjadi? Temukan jawabannya di buku ini!

 "HARI YANG ANEH"

Informasi buku :
sekitar 100 halaman, berilustrasi.
jilid soft-cover
bonus : pembatas buku unik

penerbit : kelompok Bima - Rumah Belajar Semi Palar.


Penulis :  kelompok Bima tahun 2010-2011

  • Angelita A. Alexander (Angel)
  • Callista Raissa S. (Cal)
  • Dwi Astuti P. (Kak Dwi)
  • S. Evan Utama (Evan)
  • Maylafaszya A.P. (Fasz)
  • C. Gio Sarsono (Gio)
  • Sulaiman Thariq (Iman)
  • V. Kinanti P. Pramono (Kinan)
  • Patrique Bastaman (Pat)
  • S. Rico Sutioso (Rico)
  • M. Talitha Amelia G. (Tha)

Editor : 
Palupi Sri Kinkin (Kak Upik)

Informasi Pembelian:
Harga : Rp. 40.000,-
Novel bisa dibeli di FESTIVAL BUKU SMIPA
Saat Peluncuran Buku "Hari Yang Aneh"
Tanggal 1 Oktober 2011 di Pendopo Semi Palar
Jam 09.00 - 14.00

TOBUCIL n KLABS
Jl. Aceh 56, Bandung

27 Agustus 2011

Bincang Sore Bersama Pak Anies Baswedan

Notulensi bergambar hasil karya Mbak Tita Larasati dari ngabuburit bersama Bapak Anies Baswedan.






Terima kasih banyak Mbak Tita atas izinnya membagi notulensi ini :)

...

catatan lain :

[catatan] diskusi bersama pak anies (1)
[catatan] diskusi bersama pak anies (2)
[catatan] diskusi bersama pak anies (3)

20 Agustus 2011

[kancil] Olimpiade Permainan Desa




Tanggal 17 Agustus adalah hari yang spesial untuk memperingati ulang tahun kemerdekaan Indonesia. Untuk memperingati hari tersebut biasanya kita mengadakan upacara bendera di sekolah serta dimeriahkan juga dengan berbagai macam lomba. 


Pada ulang tahun Kemerdekaan Indonesia yang ke 66 tahun ini, Kelompok Kancil diajak ikut berpartisipasi mengikuti Olimpiade Permainan Desa yang diadakan di Semi Palar. Olimpiade Permainan Desa yang bertepatan dengan tema Desa Irama Rasa ini terdiri dari beberapa macam lomba yang mengangkat permainan-permainan tradisional  desa yang dari tahun ke tahun tak pernah lekang oleh waktu seperti lomba balap karung, memindahkan kelereng menggunakan sendok, memasukkan sumpit ke dalam botol, gebuk bantal, dan lompat tali.


Pada tanggal 18 Agustus 2011 kemarin, Kelompok Kancil berkesempatan mengikuti olimpiade memindahkan kelereng menggunakan sendok. Sebelum hari h, teman-teman Kelompok Kancil diberi kesempatan untuk latihan di rumah. Sebelum lomba dimulai, teman-teman Kelompok Kancil diajak juga mendengarkan lagu-lagu kebangsaan sambil mengibarkan bendera merah putih agar mereka bisa lebih bersemangat berjuang mengikuti olimpiade. 


Selain untuk memaknai hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia, kegiatan Olimpiade Permainan Desa ini juga bertujuan untuk membangun sportifitas dalam diri anak dan sekaligus juga untuk melestarikan permainan-permaianan tradisional desa. Oya ada hadiah yang unik juga loh bagi para atlet olimpiade yang berhasil juara dan yang belum juara juga tidak perlu bersedih karena sama-sama bisa mendapatkan hadiah menarik lainnya.


Ini dia suasana seru Olimpiade Permainan Desa yang diikuti oleh Kelompok Kancil.


Para Atlet Olimpiade Siap Berlomba

Ayo Maju Terus Pantang Mundur

Eh Atlet Biyan Lagi Ngapain ya ?


13 Juli 2011

Hari Pertama di Sekolah

 
ketemu lagi sama temen-temen : maen bola... maen 'masak-masakan'...

 
berbagi cerita sama teman dan kakak...

 
pindah ke kelas baru, beres-beres dan HOREE serunya sekolah lagi!

11 Juli 2011

smipa 'terliput' media


Karena senang mampir sana-sini, teman-teman Smipa dari kelompok Arjuna kembali terekam kamera reporter dan muncul di media. Kali ini bertepatan dengan kunjungan teman-teman Smipa ke pameran mainan tradisional di Temasek International School. Direproduksi diri : Pikiran Rakyat, 5 Mei 2011. Untuk liputan-liputan lainnya silakan klik di sini.

18 Mei 2011

[Arjuna] Sahabat Selamanya

Wah, teman-teman Arjuna mendapat kiriman istimewa dari sahabat pena di SDN 33 Bututala-Majene, Sulawesi! 


Keren ya.. semoga persahabatan ini bisa terus terjaga yaa :)

04 Mei 2011

[serial kenapa] Kenapa di Rumah Belajar Semi Palar tidak banyak mainan (jadi)?

Bagi yang pernah mampir ke Rumah Belajar Semi Palar ada pemandangan yang tidak biasa untuk sebuah sekolah apalagi ada jenjang TK dan PG di dalamnya. Di sana tidak banyak mainan (alat-alat permainan jadi) seperti ayunan, perosotan dan sejenisnya. Kenapa ya?

Bagi yang sering berada di Rumah Belajar Semi Palar dan mengamati anak-anak bermain, ada pemandangan yang lain juga, bahwa anak-anak di Semi Palar sepertinya tidak pernah berhenti bermain. Lho kok bisa? Kesimpulan sederhananya, bermain dan mainan sebetulnya tidak selalu berhubungan. Anak-anak yang bisa bermain tanpa mainan (fasilitas / alat bermain) – sebenarnya punya kemampuan hebat. Karena hampir bisa dipastikan, kreatifitas, imajinasi, kemampuan eksplorasi dan sosialisasi mereka distimulasi untuk berkembang dengan baik. Benda-benda apapun yang ada di sekitarnya bisa menjadi media bermain buat mereka. Mereka bermain dengan daun, ranting, kerikil, tanah, pasir, bahkan bercanda dengan angin. Mereka bisa mengimajinasikan benda apapun, suasana apapun seluas imajinasi mereka menjelajahinya. Ini, sebetulnya adalah kemampuan bermain yang luar biasa… dan tidak terbatas.

Mainan, pada umumnya mendefinisikan sesuatu secara jelas. Mobil-mobilan ya mobil-mobilan, senjata ya senjata. Instan dan serba terbatas. Mainan yang terbaik pada akhirnya adalah mainan yang generik – dalam pengertian media tersebut bisa dijadikan apapun juga dan berevolusi sesuai imajinasi dan kreatifitas anak. Kalau harus bicara mainan, dari sudut pandang ini mainan konstruksi adalah mainan yang paling baik karena memberikan ruang eksplorasi yang tidak terbatas sejalan dengan berkembangnya kemampuan anak mengkreasikan-nya menjadi sesuatu.

Di Semi Palar sejak tahun pertama, apa yang kami tempatkan di sekolah adalah ban-ban bekas dan beberapa balok kayu. Sampai saat ini di tahun ke enam, ban-ban bekas tersebut terus berubah wujud sebagaimana anak-anak di Semi Palar mengimajinasikannya. Hari ini bisa menjadi benteng, besok menjadi mobil-mobilan, lusa menjadi kereta api, minggu depan menjadi kapal begitu seterusnya. Ban-ban bekas tersebut seakan jadi teman bermain yang siap diajak bermain apapun juga…

Tanpa mainan yang sudah jadi dan siap pakai, anak-anak di Semi Palar terus dipacu untuk memunculkan kreatifitas dan juga kemampuan mereka bersosialisasi. Di Semi Palar, permainan yang dulu sering kita orangtua mainkan sewaktu kecil, seperti petak umpet, benteng-bentengan, sondah, ucing kup muncul kembali, ditambah berbagai inovasi baru hasil olahan mereka yang sangat orisinil.

Bukankah pada akhirnya, hal itu yang penting, proses bermainnya, bukan fasilitas atau media bermainnya…



~ Without this playing with fantasy no creative work has ever yet come to birth. 
The debt we owe to the play of the imagination is incalculable. ~
Carl Jung

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails