16 Oktober 2011

[Kancil-Tarsius] jalan-jalan bareng


[serial kenapa] kenapa anak-anak di smipa banyak diajak berkarya?

Merespon judul (pertanyaan) di atas, kesimpulan yang paling mudah muncul adalah : "wah Semi Palar itu sekolah untuk jadi seniman, anak-anak diajak berkarya terus". Komentar spontan ini tidak sepenuhnya benar. Karena berkarya, berkreasi, mencipta adalah salah satu sifat dasar manusia (selain bahwa manusia adalah mahluk sosial, mahluk bermain dll.) Kalau ingat ungkapan 'there's nothing new under the sun', segala sesuatu di muka bumi ini tidak ada hal baru, yang ada adalah benda-benda lama yang diolah dan dimunculkan dalam bentuk-bentuk baru. Singkat kata, segala hal yang sekarang ada di sekitar kita adalah olahan kreativitas semata.

Sistem Pendidikan di Indonesia, hampir tidak memperhatikan hal ini. Anak-anak dibombardir dengan materi2 yang sudah jadi, sudah final, sudah terdefinisi, terangkum dalam buku2 paket pelajaran. Dunia dan alam semesta yang begitu luas dan penuh keajaiban dimampatkan ke dalam teks-teks buku pelajaran dan di dalam ruang kelas, anak-anak diharuskan menelannya, dan mengeluarkannya kembali melalui berbagai bentuk ulangan dan test-test tertulis.

Lalu bagaimana hubungannya dengan berkarya? Berkarya adalah persoalan ekspresi diri, memunculkan apa yang kita ketahui, kita pikirkan, kita rasakan, kita imajinasikan. Proses berkarya hanya bisa berjalan optimal saat berkarya menjadi bagian dari pengalaman. Sebaliknya test dan ulangan adalah bentuk ujian; menguji apakah kita tahu ini atau tahu itu, melalui bentuk-bentuk pertanyaan dan soal. Berlawanan dari berkarya, ulangan dan test arahnya dari luar, dari para guru kepada para murid. Menguji sejauh mana anak-anak ingat pengetahuan yang sudah ditanamkan. Pengalaman tentunya merupakan hal yang sangat berbeda dari pengetahuan.

Berkarya adalah juga karakter dasar untuk membangun jiwa wiraswasta. Para entrepreneur mutlak memiliki kemampuan berimajinasi, berinovasi dan berkreasi. Menciptakan pekerjaan daripada mencari pekerjaan. Menciptakan produk daripada sekedar memproduksinya... Contoh paling mudah adalah tokoh luar biasa yang baru saja meninggalkan kita, Steve Jobs.

Sistem Pendidikan kita tidak menuju ke sana. Perhatikan spanduk-spanduk institusi pendidikan kita yang sangat gandrung berslogan 'Lulus Kuliah Siap Kerja'. Bagaimana kita memunculkan SJ-SJ lain, satu-satunya cara adalah dengan membiasakan anak-anak berkarya, dan berkreasi... berkarya dan berkreasi...

[komodo] every child is an artist...

Every child is an artist.  
The problem is how to remain an artist once we grow up.  
~Pablo Picasso~

[kakaktua raja] Self Portrait

(sebagian) karya 'Self Portrait' teman2 kelompok Kakaktua Raja

10 Oktober 2011

[jalak bali] mozaik puisi

~1~
aku ingin jalan di air
dan loncat setinggi awan
aku ingin menulis di daun sehijau pohon
anak ceria dan ramah
pasti jenaka juga
seperti aku, anak orangtuaku

~2~
ingin aku bermain bersama putihnya salju
bernyanyi bersama bunga
melihat pelangi yang lucu
menggambar dengan kreatif
dan sangat ceria bila imajinasiku
keluar ungunya bunga

~3~
langit yang suci adalah putih
aku berusaha untuk melihatnya
tapi terlalu terang
jadi tetaplah senang
rendah hati adalah aku

~4~
warna krem terbentang di alam luas
air jernih terbentang jauh
banyaknya daun di lapangan luas berwarna hijau
dan banyaknya anak-anak bermain

~5~
aku menyukai tanaman
setiap aku lari aku ingin terbang
setiap malam aku melayang di langit yang hitam
aku jalan dengan santai agar aku melihat udara sejuk

~6~
aku si langit biru
membuat gambar kreatif
membawa kucing
tertidur lelap di bawah sinar bulan


~7~
saya dan adikku mempunyai burung
aku suka warna ungu
dan aku bisa sopan
dan aku bisa bermain api

temanku sedang menolong aku
saya suka bermain
aku suka menonton
setiap hari aku mandi air yang berwarna ungu

~8~
aku ceria di atas pelangi warna-warni
aku menggambar beruang berwarna ungu
aku merasa ada kicauan burung merak
aku lucu dan kreatif
main di atas daun indah
dan bernyanyi di atas langit biru

09 Oktober 2011

Peluncuran Novel 'Hari yang Aneh'

apa? :: Peluncuran novel  'Hari yang Aneh'
kapan? :: Festival Buku Smipa, 1 Oktober 2011
di mana? :: Teater Terbuka Rumah Belajar Semi Palar
siapa? :: teman2 kelompok Bima (Semi Palar 2010-2011),
 bersama kak Theo Rumthe, kak Erry dan kak Leon

Tarsius Berkarya

Tarsius lagi bikin Mural keren!

Finding Happiness


Finding happiness is like finding yourself. You don't find happiness, you make happiness. You choose happiness. Self-actualization is a process of discovering who you are, who you want to be and paving the way to happiness by doing what brings YOU the most meaning and contentment to your life over the long run.
-- David Leonhardt

22 September 2011

FESTBUK 2011 | Festival Buku Semi Palar 2011


Novel SERU! LUCU! bikin PENASARAN deh :) karya kelompok BIMA Semi Palar


Jika kamu menemukan sebuah gua misteri, apakah kamu akan menelusurinya? Kelima saudara sepupu dalam kisah ini telah melakukannya, dan mereka menemukan bahwa gua tersebut adalah lorong ajaib! Apakah yang akan terjadi? Temukan jawabannya di buku ini!

 "HARI YANG ANEH"

Informasi buku :
sekitar 100 halaman, berilustrasi.
jilid soft-cover
bonus : pembatas buku unik

penerbit : kelompok Bima - Rumah Belajar Semi Palar.


Penulis :  kelompok Bima tahun 2010-2011

  • Angelita A. Alexander (Angel)
  • Callista Raissa S. (Cal)
  • Dwi Astuti P. (Kak Dwi)
  • S. Evan Utama (Evan)
  • Maylafaszya A.P. (Fasz)
  • C. Gio Sarsono (Gio)
  • Sulaiman Thariq (Iman)
  • V. Kinanti P. Pramono (Kinan)
  • Patrique Bastaman (Pat)
  • S. Rico Sutioso (Rico)
  • M. Talitha Amelia G. (Tha)

Editor : 
Palupi Sri Kinkin (Kak Upik)

Informasi Pembelian:
Harga : Rp. 40.000,-
Novel bisa dibeli di FESTIVAL BUKU SMIPA
Saat Peluncuran Buku "Hari Yang Aneh"
Tanggal 1 Oktober 2011 di Pendopo Semi Palar
Jam 09.00 - 14.00

TOBUCIL n KLABS
Jl. Aceh 56, Bandung

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails