30 Maret 2011

[Hanoman] #3 Keliling Dunia

Perjalanan keliling dunia memang mengasyikan meski buat kita hanya pada batas imajinasi, namun itulah kekuatan yang dimiliki anak-anak. Bagaimana mereka menciptakan imajinasi dalam setiap kegiatan terkadang membuat kita terkagum-kagum. Tak terasa tema ini pun semakin lekat dan anak-anak terus dibawa mengunjungi setiap negara yang memiliki keunikan-keunikan tersendiri. Minggu lalu Kelompok Hanoman kedatangan tamu dari Jepang. Bersama Kak Fani, anak-anak diajak mengunjungi beberapa tempat terkenal di Jepang.


Antusiasme terus mengalir dalam diri mereka. Bertanya, berpendapat, semuanya dinyatakan dalam kegiatan tersebut. Dan cerita Kak Fani pun diakhiri dengan mencicipi teh Jepang. Teh hijau yang disajikan tanpa gula, anak-anak nikmati bergantian dan tak mengira banyak yang suka dan meminta tambah padahal tehnya pahit loh... hehehe...


Bergerak dari kunjungan Kak Fani, anak-anak diajak membuat komik yang memang terkenal di kalangan orang Jepang. Komik yang mereka buat sesuai dengan kesengannya masing-masing. Ada yang bercerita tentang kunjungannya ke Taman Safari dan ada pula yang membuat cerita petualangan mencari harta karun. Komik-komik keren pun mampu dibuat dengan asyik oleh Kelompok Hanoman.


Selain mengenalkan tentang komik, Kelompok Hanoman pun diajak mengenali permainan anak-anak di Jepang. Membuat Koinobori menjadi pilihan. Berbahan kertas minyak yang telah dibentuk badan ikan, anak-anak segera memberikan detil sisik ikan dengan kreativitas masing-masing. Ada yang melengkung, ada yang garis-garis, malah ada sisik ikan yang kotak-kotak. Ah... semuanya terserah mereka toh... itu imajinasinya. Setelah selesai dan diberi benang serta sumpit, jadilah koinobori buatan Kelompok Hanoman. Semua bersuka ria dan bersemangat memainkannya. Lihatkah wajah-wajah penuh semangat dan kebahagiaan yang terpancar dari mereka.

[Srikandi] Bermain Angklung


Kali ini Kakak mengajak teman-teman Srikandi untuk bermain alat musik angklung. Permainan angklung ini sangatlah sederhana, sehingga teman-teman dapat dengan mudah memainkan alat musik ini.

Angklung yang dimainkan terdiri dari berbagai macam nada yaitu Do Re Mi Fa Sol La Si Do. Masing-masing anak memainkan nada yang berbeda. Dalam bermain angklung ini, setiap anak harus dapat berkonsentrasi untuk mengingat dengan baik jenis nada yang mereka mainkan, sehingga mereka dapat membunyikan angklungnya masing-masing sesuai dengan instruksi Kakak.

Saat bermain angklung Kelompok Srikandi terlihat antusias dan ingin berlatih lebih banyak lagi agar dapat memainkan alat musik ini dengan baik. Semoga kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa cinta pada diri anak-anak terhadap alat musik tradisional. (Ditulis oleh Kak Na’ dan Kak Puspa)

[Srikandi] Miniatur Menara Pisa


Teman-teman Srikandi diajak bekerja sama membuat miniatur Menara Pisa menggunakan LEGO yang berwarna-warni. Mereka diberikan tantangan untuk membuat miniatur tersebut tanpa bantuan dari Kakak.

Bekerjasama merupakan tantangan utama dari Kakak. Mereka harus membagi tugas agar bisa membangun miniatur Menara Pisa yang kokoh. Namun ternyata dalam membuat miniatur ini tidaklah mudah. Beberapa kali potongan-potongan LEGO jatuh, sehingga teman-teman Srikandi harus berusaha menyusun kembali dari awal. Hal ini tidak membuat mereka menyerah, sebaliknya mereka tampak bersemangat untuk membangun kembali Menara Pisa tersebut.

Teman-teman Srikandi ternyata dapat bekerjasama dengan baik dan dapat menuangkan idenya masing-masing, sehingga terbentuk Miniatur Pisa yang unik hasil karya bersama. (ditulis oleh Kak Na' dan Kak Puspa)

Foto Smipa di 350.org : Please take the plastic out of the ocean.

Foto kegiatan kita sewaktu event 350.org di tahun 2009 digunakan sebagai ilustrasi artikel di www.350.org
Silakan klik linknya di bawah ini...

Please take the plastic out of the ocean

Catatan kegiatannya ada di our 350 action on october 24th
Menyenangkan rasanya bahwa apa yang kita lakukan bersama anak-anak walaupun kecil, bisa menjadi inspirasi bagi lebih banyak orang di seluruh dunia...

26 Maret 2011

[ serial kenapa ] : kenapa Semi Palar menggunakan nama kelompok / bukan kelas?

Sejak periode tahun pendidikan yang lalu (2009-2010), kami mengubah sebutan kelas menjadi kelompok. Kelas-kelas yang dulu diurutkan dengan angka sebagai identitas kelas, kita ubah menjadi kelompok-kelompok belajar. Tahun ini yang ada di Semi Palar adalah kelompok Arjuna, Pandu Dewanata, Bima, Gatotkaca, Hanoman dan lain sebagainya. Tahun lalu kelompok belajar anak adalah kelompok Columba, Pegasus dll. yaitu nama-nama rasi bintang di tata surya kita.

Sebetulnya pembentukan kelas-kelas memang adalah bagian dari manajemen kurikulum, di mana sekolah mengorganisasikan pembelajaran dengan cara membentuk kelompok siswa sesuai tahapan perkembangan antar siswa yang paling mendekati. Tujuannya agar guru dapat menghantarkan materi – tahapan demi tahapan secara efektif kepada para murid sesuai dengan kemampuan dan tingkat pengolahan mereka.

Lalu apa bedanya penamaan kelompok dengan urutan kelas menggunakan angka? Kelas-kelas yang secara tradisional dikelompokkan berdasarkan urutan nomor (kelas satu, kelas dua dan seterusnya) secara eksplisit mendefinisikan tinggi dan rendah. Padahal proses pembelajaran yang sesungguhnya terjadi tidak mesti berjalan linier (satu jalur - satu arah). Program pembelajaran yang terjadi dalam satu kelompok tidak mesti lebih rendah kualitasnya di bandingkan kelompok yang usianya lebih tinggi. Pembelajaran yang holistik memang mengandung proses pembelajaran yang kompleks dan saling terkait. Proses belajar toh pada esensinya adalah proses panjang yang berkesinambungan yang tidak terpenggal-penggal berdasarkan kelompok-kelompok.

Penamaan kelompok belajar kami pandang adalah metode pengelompokkan yang lebih ramah bagi anak. Kelompok menghilangkan kesan tingkatan – tinggi rendah-nya satu kelas dibandingkan yang lain. Dengan demikian proses pembelajaran antar kelompok berjalan dalam suasana yang lebih merata dan egaliter. Pada saat kegiatan antar kelompok (misalnya Bima / SD-5 dan Jatayu / SD-2) yang seharusnya terjadi adalah kolaborasi dan kerja sama antar kelompok dalam dinamika pembelajaran yang saling mengisi.

Hal lain yang bisa didapatkan oleh anak adalah bahwa nama-nama yang dipilih mengandung didalamnya jiwa / karakter tertentu. Nama binatang, misalnya Lebah, tentunya akan mencerminkan karakter tekun dan pekerja keras. Pada saat menentukan nama kelompok, anak-anak dan kakak di kelas bisa ikut membangun karakter-karakter positif di dalam kelompok mereka lewat identitas kelompok yang mereka tentukan. Sehingga di tahun ini anak-anak Smipa berkenalan dengan tokoh2 pewayangan… Di sisi lain, angka, ya hanyalah angka belaka… tidak lebih dan tidak kurang.

22 Maret 2011

Semi Palar menjelang Earth Hour 2011


1 : kelompok Jatayu sedang fokus menonton Earth Hour Official Video
2 :: kupon kupon komitmen partisipasi yang pertama. Semangat!
3:: aku dan keluarga pasti ikutan kak!
4:: hmm, siapa lagi ya yang akan mematikan lampu tanggal 26 nanti...

[Srikandi-Hanoman] Semangat Pagi

Hai... hai... hai.... ingin bersapa dan bercerita nih. Kali ini Kelompok Srikandi dan Hanoman yang akan berbagi kisah. Kisah tentang kegiatan pagi yang rutin kami lakukan beberapa bulan ini. Kegiatan yang mengasyikan dan tentu saja selalu meninggalkan sepenggal kisah dari setiap pagi yang kami lewati bersama.

Setiap pagi, Kelompok Srikandi dan Hanoman biasanya melakukan melakukan beberapa gerakan yoga dan diakhiri dengan meditasi pendek. Kegiatan ini mengasyikan dan terkadang membuat Kami para Kakak tersenyum melihat tingkah polah anak-anak saat diajak meditasi.Lihat saja tingkah polah anak-anak saat bermeditasi.


Anak-anak menikmati kegiatan tersebut dengan caranya sendiri. Mereka tetaplah anak-anak yang asyik dengan imajinasinya. Gerakan yang dilakukan terpimpin dengan hitungan tertentu seringkali diubah hitungannya. Mulai dari hitungan dimulai dari satu sampai sepuluh, seratus sampai seribu, atau malah satu juta hingga sepuluh juta. Semuanya atas inisiatif anak-anak dan itu membuat mereka bersemangat. Belum lagi urusan meditasi. Ada anak-anak yang begitu berkonsentrasi tapi banyak pula yang asyik saling berbisik dengan teman-temannya atau melakukan gerakan-gerakan konsentrasi ala mereka ^_^. Semuanya tak menjadi masalah karena pada dasarnya Kami hanya ingin mengenalkan ada waktu-waktu tertentu kita meresapi sekitar kita dengan keheningan agar kepekaan semakin terasah. Kapan lagi kita mendengarkan suara burung, tongeret atau merasakan sinar matahari menyentuh kulit kita secara perlahan atau malah kapan lagi kita merasakan sensasi warna sekitar kita yang begitu biru saat pertama kali membuka mata setelah meditasi. Semuanya dinikmati anak-anak dan Kakak juga tentunya ^_^.

Setelah kegiatan meditasi, biasanya anak-anak dikumpulkan untuk bernyanyi bersama. Anak-anak terkadang diberi kesempatan untuk memilih lagu yang ingin mereka nyanyikan. Tidak jarang juga saking bersemangatnya mereka bisa bergerak bebas sambil menyanyikan lagu pilihan mereka.Belum lagi bila ada kesempatan-kesempatan khusus saat gitar bisa digunakan, makin bersemangatlah kegiatan menyanyi bersama tersebut. Semuanya dinikmati, semuanya dihayati, semuanya berbagi energi untuk melalui hari itu dan semangat pagi terkumpul dalam hati Kami.

a never ending journey

Sabtu, 19 maret 11. Hari ini giliran orang tua teman-teman kelompok Gatot Kaca, Srikandi dan Hanoman untuk belajar. Walau kami sempat ragu, karena konfirmasi kehadiran tidak banyak yang kembali, namun ternyata orang tua yang hadir sangat OK. Applause!!! Hampir semua hadir tepat waktu dan bisa memperhatikan dengan fokus... Wah ga kalah dengan anak-anaknya di kelas! Bagi kami hal ini menunjukkan upaya untuk membangun diri dan kemampuan dalam memahami peran pentingnya sebagai orang tua.

Sebagai nara sumber, k’ Marisa seperti biasa membawakan materi yang mendasar dan lekat dengan tugas dan keseharian kita sebagai pembimbing dan fasilitator anak, sehingga menjadi penting untuk dipahami orang tua dalam menjalankan perannya.
Ternyata banyak kegiatan atau momen sederhana yang penting dan perlu direspon dengan tepat oleh orang tua, untuk dapat menumbuhkan berbagai kemampuan anak; kemampuan kreatif, kemampuan berpikir dan mengolah, kemampuan mengendalikan diri, dll. Wah.. wah.. itu sih bukan sembarang kemampuan.. tapi kalau luput dari perhatian atau kesadaran kita, tidak terbangun pada anak-anak kita dong..

Memang jadi orang tua itu bukan tugas mudah; never ending journey kalau menurut istilah k’ Marisa yang sudah membesarkan 2 anak dan punya 1 cucu. “Nikmati setiap momen, bangun kesabaran dan kesadaran”. Kesadaran akan peran sebagai orang tua itulah yang membuat kita mau lebih memahami anak sesuai dengan tahap perkembangan dan kemampuannya.

Kami yakin banyak masukan yang didapat para orang tua yang hadir hari ini.
Mudah-mudahan rekan-rekan orang tua di Smipa semakin semangat membangun diri menjadi orang tua yang OK !
Terima kasih Bapak & Ibu, Terima kasih k’ Marisa!


[Gatotkaca] Negeri Samurai-Jepang

Setelah kemarin asyik berpetualang menggunakan sapu terbang ke Negeri Haca-Haca, kali ini giliran teman-teman Gatotkaca diajak melanjutkan petualangan keliling dunia menggunakan perahu menuju Negeri Samurai-Jepang.

SAMURAI

Pada suatu sore di musim semi, teman-teman Gatotkaca bertemu dengan Putri Syalala dan Pangeran Dandan di sebuah taman. Putri Syalala dan Pangeran Dandan sedang menikmati keindahan bunga sakura di musim semi sambil menikmati secangkir teh dan mencicipi kue moci yang manis. Bersama Putri Syalala dan Pangeran Dandan, teman-teman Gatotkaca diajak mengenal Negeri Samurai-Jepang seperti mengenal kebiasaan minum teh, menggunakan sumpit saat makan, mengenal baju khas kimono, mengenal bunga sakura, bahasa serta bendera Jepang. Oya tidak ketinggalan juga Sang Pangeran mengajarkan teman-teman Gatotkaca tentang seni origami. Mereka diajak membuat boneka tangan (anjing) dari kertas lipat warna-warni.

PUTRI SYALALA DAN PANGERAN DANDAN

Selain itu, ternyata saat berkunjung ke Negeri Samurai-Jepang teman-teman Gatotkaca diberikan hadiah sebuah topi samurai yang harus mereka hias sekeren mungkin bersama mama papa di rumah. Teman-teman Gatotkaca juga diajak berkarya ikan koi warna-warni lho dan membuat bendera khas Jepang. Ini dia hasil karya yang berhasil dibuat oleh teman-teman Gatotkaca.  


TOPI SAMURAI
TOPI SAMURAI
TOPI SAMURAI
PASUKAN SAMURAI BERAKSI
IKAN KOI DAN BENDERA JEPANG

18 Maret 2011

Menuju Earth Hour 2011

Video klip ini yang dilihat anak2 di Studio Earth Hour - Smipa untuk mengenal dan mengajak mereka berpartisipasi di Earth Hour. Bagus banget. Merinding melihat umat manusia dari berbagai bangsa melakukan satu hal yang sama untuk satu tujuan... Saat ini kami sedang membangun spirit ini di anak-anak di Semi Palar. Semoga mereka belajar bahwa bumi ini satu-satunya tempat tinggal kita umat manusia, kesadaran yang tidak banyak kita (orang dewasa) miliki...





Jangan lupa registrasikan partisipasi kita di website Earth Hour - WWF supaya bisa diketahui berapa jumlah partisipan Earth Hour tahun 2011 ini.

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails