13 Juli 2011

Hari Pertama di Sekolah

 
ketemu lagi sama temen-temen : maen bola... maen 'masak-masakan'...

 
berbagi cerita sama teman dan kakak...

 
pindah ke kelas baru, beres-beres dan HOREE serunya sekolah lagi!

11 Juli 2011

smipa 'terliput' media


Karena senang mampir sana-sini, teman-teman Smipa dari kelompok Arjuna kembali terekam kamera reporter dan muncul di media. Kali ini bertepatan dengan kunjungan teman-teman Smipa ke pameran mainan tradisional di Temasek International School. Direproduksi diri : Pikiran Rakyat, 5 Mei 2011. Untuk liputan-liputan lainnya silakan klik di sini.

18 Mei 2011

[Arjuna] Sahabat Selamanya

Wah, teman-teman Arjuna mendapat kiriman istimewa dari sahabat pena di SDN 33 Bututala-Majene, Sulawesi! 


Keren ya.. semoga persahabatan ini bisa terus terjaga yaa :)

04 Mei 2011

[serial kenapa] Kenapa di Rumah Belajar Semi Palar tidak banyak mainan (jadi)?

Bagi yang pernah mampir ke Rumah Belajar Semi Palar ada pemandangan yang tidak biasa untuk sebuah sekolah apalagi ada jenjang TK dan PG di dalamnya. Di sana tidak banyak mainan (alat-alat permainan jadi) seperti ayunan, perosotan dan sejenisnya. Kenapa ya?

Bagi yang sering berada di Rumah Belajar Semi Palar dan mengamati anak-anak bermain, ada pemandangan yang lain juga, bahwa anak-anak di Semi Palar sepertinya tidak pernah berhenti bermain. Lho kok bisa? Kesimpulan sederhananya, bermain dan mainan sebetulnya tidak selalu berhubungan. Anak-anak yang bisa bermain tanpa mainan (fasilitas / alat bermain) – sebenarnya punya kemampuan hebat. Karena hampir bisa dipastikan, kreatifitas, imajinasi, kemampuan eksplorasi dan sosialisasi mereka distimulasi untuk berkembang dengan baik. Benda-benda apapun yang ada di sekitarnya bisa menjadi media bermain buat mereka. Mereka bermain dengan daun, ranting, kerikil, tanah, pasir, bahkan bercanda dengan angin. Mereka bisa mengimajinasikan benda apapun, suasana apapun seluas imajinasi mereka menjelajahinya. Ini, sebetulnya adalah kemampuan bermain yang luar biasa… dan tidak terbatas.

Mainan, pada umumnya mendefinisikan sesuatu secara jelas. Mobil-mobilan ya mobil-mobilan, senjata ya senjata. Instan dan serba terbatas. Mainan yang terbaik pada akhirnya adalah mainan yang generik – dalam pengertian media tersebut bisa dijadikan apapun juga dan berevolusi sesuai imajinasi dan kreatifitas anak. Kalau harus bicara mainan, dari sudut pandang ini mainan konstruksi adalah mainan yang paling baik karena memberikan ruang eksplorasi yang tidak terbatas sejalan dengan berkembangnya kemampuan anak mengkreasikan-nya menjadi sesuatu.

Di Semi Palar sejak tahun pertama, apa yang kami tempatkan di sekolah adalah ban-ban bekas dan beberapa balok kayu. Sampai saat ini di tahun ke enam, ban-ban bekas tersebut terus berubah wujud sebagaimana anak-anak di Semi Palar mengimajinasikannya. Hari ini bisa menjadi benteng, besok menjadi mobil-mobilan, lusa menjadi kereta api, minggu depan menjadi kapal begitu seterusnya. Ban-ban bekas tersebut seakan jadi teman bermain yang siap diajak bermain apapun juga…

Tanpa mainan yang sudah jadi dan siap pakai, anak-anak di Semi Palar terus dipacu untuk memunculkan kreatifitas dan juga kemampuan mereka bersosialisasi. Di Semi Palar, permainan yang dulu sering kita orangtua mainkan sewaktu kecil, seperti petak umpet, benteng-bentengan, sondah, ucing kup muncul kembali, ditambah berbagai inovasi baru hasil olahan mereka yang sangat orisinil.

Bukankah pada akhirnya, hal itu yang penting, proses bermainnya, bukan fasilitas atau media bermainnya…



~ Without this playing with fantasy no creative work has ever yet come to birth. 
The debt we owe to the play of the imagination is incalculable. ~
Carl Jung

20 April 2011

Jalan Kaki ke Sekolah - Hari Bumi 2011

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Semi Palar akan menjalankan lagi Hari Jalan Kaki ke Sekolah. Konsepnya adalah mengurangi jarak berkendaraan ke sekolah. Bagi yang betul-betul bisa memarkir kendaraannya di rumah (naik kendaraan umum) tentunya luar biasa. Tahun ini ada 4 titik pemberangkatan - lokasi di mana orangtua bisa memarkir kendaraannya.
  • Toserba Griya - Setrasari Mall
  • Mesjid Sukamulya Indah
  • Area parkir Reservoir PDAM - Jl. PDAM
  • Pasteur Hypersquare - GIANT Hypermarket
Anak-anak, kakak dan orangtua yang mau ikut serta akan berangkat pada jam 7.30.
Di sekolah tentunya akan ada kegiatan-kegiatan seru lagi - supaya kita semua semakin sayang kepada bumi kita, seperti apa yang spontan diucapkan anak-anak kelompok Gatotkaca : "bumi kan rumah kita..."

Rute jalan kaki ke sekolah bisa di lihat di bawah ini.


View Rute Jalan Kaki ke Sekolah in a larger map

aku sayang bumi

satu peristiwa yang menarik perhatian...
sepulang sekolah, beberapa teman dari kelompok Gatotkaca, spontan berkerumun di depan tembok biru, di mana ada planet bumi tergambar di atasnya... mereka berdiri di sana sambil saling berteriak "sayang bumi, aku sayang bumi!"
kamipun segera mencari kamera dan berusaha merekam peristiwa ini... sayang agak terlewat momen di mana mereka merentangkan tangan berusaha 'memeluk' gambar bumi di dinding tersebut...
semoga rasa itu tetap terjaga dan terus tumbuh dalam sukma mereka...

[Pandu Dewanata] berkegiatan di luar

asiknya berkegiatan di luar kelas...
udara segar, matahari yang hangat, beratapkan langit...
angin yang berhembus, dinding yang tak berbatas...
seluas imajinasiku...

19 April 2011

03 April 2011

[Gatotkaca-Jatayu] Belajar Masak

Masak bersama anak sangat menyenangkan, meski nantinya akan membuat suasana menjadi kacau dan dapur berantakan. Waktu memasak juga akan lebih lama, apalagi ketika anak mulai mengacau resep. Namun jika kita lihat manfaat yang ditimbulkan dari kegiatan ini, tidak ada salahnya jika mulai sekarang kita lebih sering melibatkan si kecil di dapur. Hanya dengan melakukan satu aktifitas, kita telah dapat mengajarkan dan meningkatkan berbagai kemampuan anak.Melalui kegiatan tersebut, anak dapat mengenal berbagai macam sayuran, buah, bumbu masak. Lebih dari itu, kegiatan memasak bersama bisa mempertajam panca indera anak.

Masak bareng Kak Agus
Nah hari Selasa, 29 Maret 2011 teman-teman Gatotkaca dan Jatayu diajak memasak bersama Kak Agus yang berprofesi sebagai koki. Kak Agus yang ditemani oleh papinya Sydney (Pak Mark) mengajak teman-teman Gatotkaca memasak sebuah makanan istimewa Eropa yang disebut Chiken Schnitzel. Teman-teman Gatotkaca dan Jatayu diajak membantu Kak Agus mencelupkan ayam ke dalam tepung terigu, telur susu dan tepung roti.

Lagi sibuk masak
Untuk lebih lengkapnya, ini dia bahan-bahan dan cara membuat Chiken Schnitzel yang berhasil dicatat oleh Cath Jatayu :
Bahan              : dada ayam, tepung terigu, telur, tepung roti, susu, minyak
Alat                  : spatula, wajan, mangkok, pisau, talenan, kompor, piring
Bahan bumbu  : tomat, selada, timun
Cara memasak : pecahkan 3 telur, tuang susu ke mangkok, satukan dengan telur udek-kudek. Lalu potong        dada ayam, tuang tepung terigu dan tepung roti ke mangkok. Lalu celupkan ayam ke mangkok tepung terigu, telur susu, dan tepung roti. Taruh wajan, tuang minyak dan nyalakan kompor. Goreng sampai berwarna orange muda dan dipotong. Taruh di piring kasih saus.
Cara membuat bumbu : potong timun dan selada taruh di piring. Potong kulit tomat tapi tengahnya saja. Gulung tapi jangan terlalu kecil.

Membuat bunga dari tomat
Makan bareng hasil masakan...mmm...yummy


Kak Agus baru lulus sekolah koki Semi Palar


02 April 2011

[Arjuna] Membuat Shodo bersama Makiko

Jumat, 1 April kemarin, Kelompok Arjuna kedatangan tamu dari Jepang! Namanya Makiko. Pada kesempatan ini Makiko akan mengajarkan teman-teman Arjuna membuat Shodo (kaligrafi Jepang). Wah, sesuai banget dengan tema kali ini, "Keliling Dunia".

Teman-teman Arjuna semangat sekali berkenalan dan bertanya kepada Makiko. "Apakah Makiko mengoleksi Doraemon?" tanya Trystan. "Apakah rumah Makiko terkena radiasi nuklir (akibat gempa yang lalu)?" tanya Aa. Sebetulnya banyak sekali yang ingin ditanyakan teman-teman Arjuna. Tetapi karena waktu terbatas, pertanyaan 'terpaksa' disimpan dulu, dan kita memulai kegiatan utama kita, membuat Shodo!

Makiko dibantu Kak Yuyun, menjelaskan jenis-jenis huruf yang digunakan di Jepang. Ada huruf kanji, huruf Katakana, dan Hiragana. Kata Kak Yuyun, karena yang akan ditulis bukan kata-kata asli dari Jepang, teman-teman Arjuna akan akan diajar Makiko menulis dengan huruf Katakana. Setiap huruf dibaca satu suku kata.


Kata pertama yang akan dibuat adalah nama kelompok, yaitu Arjuna. Ada empat huruf Katakana yang harus ditulis : A - Ru - Jyu - Na


Setelah selesai membuat nama kelompok, teman-teman Arjuna juga membuat nama mereka sendiri-sendiri. Tampaknya walaupun sulit mempelajari aksara baru, teman-teman Arjuna tidak patah semangat.


Lihat saja hasilnya.. Bagus-bagus, kan? :)

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails