28 Februari 2011

[Srikandi] Berkenalan Dengan Nenek Jisi

Awal minggu kemarin, teman-teman Srikandi diajak oleh Kak Na dan Kak Puspa  berkenalan dengan Nenek Jisi yang sedang mencari 7 saudaranya yang tersebar di seluruh dunia seperti Amerika, Australia, Cina, Italia, Kenya, Mexico, dan Rusia. Nenek Jisi meminta bantuan dari teman-teman Srikandi untuk mencari saudara-saudaranya tersebut. Sebelum melakukan perjalanan keliling dunia membantu Nenek Jisi, teman-teman Srikandi mengenakan baju dari berbagai negara. Oya si Otong juga tidak mau ketinggalan lho untuk ikut jalan-jalan keliling dunia bersama Nenek Jisi dan teman-teman Srikandi. Teman-teman Srikandi membantu membuatkan baju baru untuk si Otong agar si Otong terlihat lebih keren. 


Wow... keren-keren ya bajunya



Baju baru si Otong

[Gatotkaca] Keliling Dunia Bersama Sapu Terbang

Memasuki tema baru yaitu Perjalanan Keliling Dunia, si Petok mengajak teman-teman Gatotkaca membuat sebuah kendaraan ajaib yang bernama sapu terbang. Sapu terbang ini akan digunakan oleh teman-teman Gatotkaca untuk berkeliling dunia menjelajahi tempat-tempat yang unik dan menarik. Asyik dan seru pastinya.



Menghias sapu terbang biar keren


Hore...terbang...terbang...terbang...

27 Februari 2011

[Bima] Opini : Keahlian dan Karakter Penemu

Keahlian dan karakter apa yang diperlukan supaya kita bisa menjadi seorang perancang dan penemu hebat?

Untuk keahlian kita perlu mulai dari konsentrasi, fokus, tidak mudah putus asa, semangat, menikmati dengan ikhlas, tidak mudah bosan, sabar, teliti, mengerjakan dengan benar, ahli semua mata pelajaran, gesit.
Karakter yang paling harus kita jaga adalah tidak sombong, tidak mudah putus asa, semangat, sabar, mau berbagi cerita saat ditanya/diwawancara oleh wartawan dan mau berbagi keahlian.
-Faszya

Keahlian yang harus kita miliki bila kita seorang penemu adalah kita harus teliti, banyak tahu tentang hal yang diteliti, harus cekatan supaya tidak terjadi kecelakaan.
Karakter yang diperlukan supaya kita bisa menjadi seorang penemu adalah kita tidak boleh mudah menyerah, sabar, tidak cepat marah, tidak membentak-bentak orang yang membantu kita, dan selalu berusaha.
-Patrique

Kita harus pintar dalam semua bidang pelajaran seperti sains, matematika, dan pengetahuan umum. Kita juga harus tahu cara menggunakan alat. Supaya bisa berhasil, kita harus memiliki pikiran terbuka, dan imajinasi yang tinggi, serta pendidikan dan pengalaman hidup yang baik.
Kita harus tekun dan rajin meneliti penelitian kita. Kita juga harus sabar, dan teliti supaya hasil penelitian kita bagus dan selesai dalam bentuk paling maksimal. Kita juga harus semangat, dan konsisten dalam apa yang kita lakukan, dan tidak mengeluh dengan apa yang kita kerjakan.
-Callista

24 Februari 2011

[Bima-Arjuna] Membuat Cendol dan Bertukar Bekal Makanan

Hari Rabu kemarin, teman-teman di kelompok Bima dan Arjuna kembali berkegiatan bersama, kali ini mendapat tantangan menjadi "Masterchef Desa Mekanika : Membuat Cendol" 


Sebelum memasak, hitung dulu semua bahan-bahan dalam resep. 
Ayo, gunakan keahlian menghitungmu! 
"Duh, kakak-kakak ini ngerjain kita ya.. "


Aduk-aduk terus santannya supaya tidak pecah...


Tekan-tekan cendolnya supaya turun ke bawah. 
'Plung, plung' yang sudah jadi masuk ke dalam air es. 



Ayo kita potong kecil-kecil nangkanya!



Hore! Es cendol sudah siap disantap! 
Kira-kira jadinya enak ngga ya?


Sebelum cendolnya disantap, Kakak memberikan beberapa pertanyaan, "Hayo, tepung hunkwe terbuat dari apa?" Oh.. teman-teman Bima dan Arjuna baru tahu, ternyata tepung hunkwe yang digunakan untuk membuat cendol terbuat dari pati kacang hijau. "Ada gaya apa saja selama membuat cendol?" Wah.. kalau pertanyaan yang ini, ternyata sebagian besar teman-teman Bima dan Arjuna bisa menjawab, karena memang baru saja belajar tentang gaya dan gerak. "Gaya gravitasi! Waktu cendolnya jatuh ke air dingin!" "Gaya tarik dan dorong! Waktu mengaduk adonan cendol!"

Setelah menikmati cendol buatan sendiri, kita bertukar bekal yuk! Kali ini teman-teman kelompok Bima dan Arjuna diijinkan membawa bekal lebih untuk dibagikan dan disantap bersama teman-teman. Eits.. tidak begitu saja langsung diambil. Jawab dulu pertanyaan Kakak. Kelompok yang bisa menjawab pertanyaan boleh mengambil makanan yang ada di tengah. Tapi.. tunggu dulu. Mengambil makanannya menggunakan sumpit dalam sepuluh hitungan! Wah, bener deh.. Kakak-kakak hari ini ngerjain kita! :p


"Hmm... lapar!! Nanti kita ngambil apa ya?"



"Mau ngambil apa aja nih?"



"Ayo cepat ambil!"



Ternyata sambil memasak pun kita bisa belajar ya.. :)








[Bima-Arjuna] Kunjungan ke Edutainment House - TELKOM

Seperti biasa setelah berolahraga di Sabuga, teman-teman dari kelompok Arjuna dan Bima belajar dan berkegiatan di luar sekolah. Kali ini mereka mengunjungi Edutainment House - TELKOM di Gegerkalong. Kunjungan kali ini merupakan ide dari Bu Anna (mamanya Aa-Arjuna). Terima kasih ya Bu! Wah, kunjungna kali ini seru sekali, apalagi sekarang teman-teman kelas Arjuna dan Bima masih belajar tentang teknologi.. Yang tidak kalah serunya,  Kak Sule (Suleksono) menceritakan keistimewaan "rumah pintar" itu dengan jenaka. "Kok seperti menonton Sule di televisi ya?" kata teman-teman Bima dan Arjuna.


"Rumah pintar" ini adalah rumah percontohan kerja sama TELKOM dengan beberapa perusahaan. Mengapa disebut "rumah pintar"? Karena rumah ini dirancang untuk dapat dikendalikan melalui tiga sistem, yaitu melalui internet/handphone, melalui jaringan di dalam rumah, dan melalui cara manual. 


"Ini adalah layar yang dapat mengontrol semua alat elektronik di rumah, mulai dari TV, AC, lampu, hingga melihat siapa yang datang dan siapa yang berada di rumah" kata Kak Sulek.




"Yang mana yang paling mahal dari pembuatan rumah ini?" tanya Angel. "Yang paling mahal adalah ide!" jawab Kak Sulek. "..makanya belajar yang baik dan terus berusaha supaya punya ide-ide yang selalu baru ya.." Kak Sulek juga mengatakan bahwa teknologi sering kali membuat kita malas. Jadi jangan sampai lupa, teknologi itu membantu manusia untuk dapat mengerjakan lebih banyak kegiatan, bukan untuk menjadi malas.. 


Terima kasih Kak Sulek.. kapan-kapan kita boleh main lagi ya...


[Arjuna] Sahabat Pena

Hore.. kelompok Arjuna punya sahabat pena yaitu teman-teman dari Sulawesi, tepatnya dari SDN 33 Buttu Tala, di Majene Sulawesi. Kak Firman BK, seorang teman Kakak Arjuna yang sedang mengikuti program Indonesia Mengajar, mengirimkan surat-surat dari teman-teman di sana. Mari kita balas!

17 Februari 2011

[Arjuna-Ganesa] Berbagi Ilmu Pesawat Sederhana

Hari Kamis, 17 Februari yang lalu, teman-teman dari kelompok Arjuna mendapat kesempatan menjadi kakak pengajar di kelompok Ganesa, berbagi ilmu mengenai pesawat sederhana yang baru saja mereka pelajari. Mulai dari menyiapkan bahan yang harus diajarkan, mencari permainan yang seru, hingga menjadi moderator, semua dikerjakan oleh teman-teman Arjuna! Wah, hebat ya! Kakak-kakak hanya sedikit membantu dan memberi masukan saja. Yuk, kita intip kegiatannya...




Pertama, kita main tebak gerak dulu, 
tentunya masih berhubungan dengan pesawat sederhana.
Alfian : "Aku tahu.. itu KATROL!!"

.


 Setelah bermain tebak gerak, kita main puzzle yuk!
Wah, hebat! Puzzlenya dibuat sendiri oleh kakak-kakak dari kelompok Arjuna!

.


Cissy : "Iih, gemes deh.. ayo sedikit lagi gambarnya selesai!"
.


Setelah bermain puzzle, kakak-kakak dari kelompok Arjuna memberikan penjelasan tentang pesawat sederhana. Setiap kelompok satu jenis pesawat..

.




"Kalau sudah selesai menjelaskan, ngapain lagi ya?
Kita main tebak-tebakan aja yuk! 
Kendaraan tradisional apa yang menggunakan roda?"

.



Setelah selesai, kita foto dulu ya.. :)
Lain kali masih mau ngga main bareng lagi?

.

[Bima] Robot Mata-Mata

Teman-teman kelompok Bima membuat robot mata-mata!

Wah, apa itu? 
Ooh, ternyata robot-robotan yang dibuat dari lampu bekas yang dihias.. 
Seperti apa ya bentuknya?



Setelah membuat robot ini, masing-masing anak membuat cerita petualangan paling seru dari robot mereka! 

Nantikan kisahnya, ya... :)

14 Februari 2011

[Gatotkaca] Jalan-Jalan Yuk...


Jalan-jalan tidak harus dilakukan dengan pergi ke tempat wisata seperti kebun binatang ataupun tempat rekreasi. Jalan-jalan juga bisa dilakukan dengan melihat lingkungan sekitar seperti yang dilakukan oleh anak-anak Kelompok Gatotkaca (PG).

Dengan  berbekal sebotol air minum, anak-anak Kelompok Gatotkaca diajak menyusuri perkampungan yang ada di sekitar sekolah. Meskipun hanya menyusuri perkampungan, anak-anak Kelompok Gatotkaca terlihat sangat antusias. Mereka begitu bersemangat saat diajak menuruni dan menaiki anak-anak tangga serta menyusuri lorong-lorong sempit. Bagi mereka hal ini merupakan sebuah pengalaman yang menarik. Saat ada salah seorang teman yang menuruni anak-anak tangga, anak-anak yang lain memberikan semangat kepada teman mereka tersebut.

Walaupun perjalanannya cukup jauh, mereka tidak mengeluh capek. Sepanjang perjalanan mereka terlihat asyik mengobrol dan membahas apa saja yang mereka temui, seperti membahas pohon, binatang, kendaraan sampai membahas kenapa ada banyak sampah berserakan di jalan. Sempat juga terlontar dari  Suci kalimat “Beli kerupuk mang”, saat ia melihat ada mang penjual kerupuk yang membawa gerobak lewat di jalan.

Kegiatan jalan-jalan ini diakhiri dengan acara piknik bersama di lapangan rumput sekolah. Anak-anak Gatotkaca memakan bekal yang mereka bawa dari rumah sambil bercerita dengan teman-teman mengenai apa saja yang telah mereka temui selama perjalanan. Pengalaman jalan-jalan yang mereka alami ini bisa menjadi sebuah kenangan tersendiri yang mungkin akan mereka ceritakan kembali kepada teman atau keluarga.

Dari kegiatan jalan-jalan ini, anak-anak Kelompok Gatotkaca diajak juga untuk lebih mengasah panca indera dan berbagai ketrampilan mereka seperti keterampilan berkomunikasi saat berkegiatan dengan teman-teman, melatih keterampilan untuk mengurus diri sendiri,  menolong dan menjaga teman, serta mengikuti instruksi Kakak. Kegiatan ini juga bermanfaat agar anak-anak bisa memvisualisasikan apa yang telah mereka pelajari di sekolah (tidak sekadar membayangkan) karena mereka akan lebih mudah menangkap apa yang mereka pernah lihat dengan mata dan mengingatnya untuk jangka waktu lama.

[Jatayu] Telepon-teleponan

Hari teman-teman Jatayu bersemangat sekali menulis sesuatu. Selain semangat mereka juga serius dan tekun menuliskannya. Ternyata mereka sedang mempersiapkan sebuah percakapan telepon. Teman-teman Jatayu berpasangan mengarang percakapan ini.



Setelah berdiskusi dan beberapa kali mengubah percakapan, sekarang waktunya dicoba ya. Tantangan dari kakak adalah percakapannya selama lima menit ya. Wuah, setelah dicoba ternyata baru tiga menit atau empat menit. Duh, ceritanya kurang panjang nih.

Kata kakak, hari Jumat nanti percakapannya akan dlihat oleh beberapa juri. Juga akan dinilai loh. Asik tapi deg-degan juga.

Jangan lupa buat teleponnya ya, manfaatkan bahan-bahan yang ada di rumah jadi tidak perlu membeli ya.

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails